Durant vs Şengün: Pertemuan yang Tidak Cocok

Mengapa Kevin Durant dan Alperen Şengün Tidak Cocok
Kevin Durant, kini berusia 38 tahun, telah menjadi salah satu pemain penyerang paling serbaguna dalam sejarah NBA. Namun, dia belum pernah bermain dengan nyaman bersama pemain pos rendah seperti Alperen Şengün. Sang center asal Turki ini gemar bertahan di bawah keranjang dan mengandalkan kekuatan fisik di area paint.
Sementara itu, kekuatan Durant justru ada di luar area — baik dari jarak jauh maupun saat menyerbu ke ring.
Masalah Serius di Pertahanan
Dalam pertahanan, kondisi ini semakin memburuk. Di usia senja karier, Durant masih bisa bertahan jika ditembak langsung. Tapi meminta dia menutupi kelemahan Şengün dalam gerakan lateral? Itu hampir tidak mungkin.
Şengün sering kali kesulitan mengikuti gerakan cepat lawan dan butuh bantuan rekan tim untuk membersihkan celah di dalam lapangan.
Kesimpulan: Bukan Soal Usia atau Kemampuan
Perhitungan sederhana:
- Ofensif: Durant + Şengün ≤ 2 (kemampuan tumpang tindih)
- Pertahanan: Durant + Şengün < 2 (bintang tua + beban pertahanan = banyak angka untuk lawan)
NBA bukan permainan catur biasa; setiap langkah harus strategis. Jangan ulangi kesalahan seperti eksperimen Russell Westbrook di Lakers. Houston harus hati-hati sebelum membentuk tim berbasis duo ini.
LionessFC
Komentar populer (2)

¡Qué locura! ¿Durant tirando pizzas con un Ferrari mientras Şengün intenta bloquear el tablero como un gaucho en una cocina? ¡Esto no es baloncesto, es tango con cuchillo! Si tuvieras que elegir un jugador para acompañar al turco en la pintura… ¡mejor ponele un asado en la cancha y llora la defensa! ¿Alguién más incompatible? Vota: ¿Ferrari o asado? 👇

क्या होगा अगर Ferrari को पिज़्ज़ा डिलीवरी के लिए भेजा जाए?
देखो, केविन डुरांट को पहले ही स्टार होने के 17 साल हो गए हैं। लेकिन सच कहूं? स्ट्राइक प्ले में ‘शेंगुन’ के साथ? यह सिर्फ़ मैचमेकर नहीं… मैचब्रेकर है!
पीछे-पीछे कोई मारता है – ‘फुल-फ्रंट’। ऊपर-ऊपर – ‘डुरांट’ मस्ती में। अब पहले फॉल्स पड़ता है… और फिर? पिज़्ज़ा! 🍕
कभी-कभी ‘आइडिया’ सही होता है… लेकिन ‘मैच’ में ओवरलैप कभी सही नहीं!
अब पूछता हूं – आखिर कोई असली स्ट्राइक प्ले? 💬 या… #TeamDurantVsShengun #DramaOnCourt

Cedera Bahu Jude Bellingham: Mengapa Operasi Sekarang adalah Langkah Tepat
- Portugal Lemah? Swap dengan Prancis Jadi SolusiSebagai analis data sepak bola, saya temukan kelemahan sistemik Portugal di lini depan. Mengapa tidak ambil penyerang dan gelandang Prancis yang kurang dimanfaatkan? Mari bahas data, kimiawi tim, dan mengapa ini solusi taktik paling logis dalam sejarah sepak bola Eropa.
- Eksperimen Taktik Pep Guardiola: Alasan Manchester City Mulai LambatSebagai analis data yang melihat banyak pola pelatihan, saya mengungkap strategi 'mulai lambat' Pep Guardiola di Manchester City. Sementara lawan memainkan tim terbaik mereka di pramusim, Guardiola menggunakan setiap pertandingan persahabatan sebagai laboratorium evaluasi skuad dan eksperimen taktis. Inilah mengapa peningkatan performa di tengah musim bukanlah keberuntungan, tetapi hasil perhitungan matang dengan trofi sebagai tujuan akhir.
- Trent Alexander-Arnold: Performa Solid & Substitusi yang DipertanyakanSebagai analis data olahraga berpengalaman, saya mengulas performa terbaru Trent Alexander-Arnold, menonjolkan ketangguhan defensif dan umpan akuratnya. Keputusan untuk mensubstitusinya lebih awal memicu tanda tanya—apalagi penggantinya hampir merugikan tim. Mari kita bahas angka-angka dan logika taktis di balik keputusan ini.
- Rahasia Latihan Pertukaran Posisi GuardiolaSebagai mantan pencari bakat NBA yang kini menjadi analis olahraga, saya mengungkap metode di balik 'kekacauan posisional' Pep Guardiola dalam latihan. Dengan memaksa pemain seperti Haaland bermain sebagai kreator atau gelandang bertahan, Guardiola tidak hanya bereksperimen – ia membangun empati melalui pertukaran peran berbasis data. Pelajari bagaimana latihan ini menciptakan pemain yang lebih cerdas.

